Filsafat Alam Menurut Thales
Thales berasal dari miletus. Ia merupakan penduduk asli miletus, tepatnya di asia kecil, yunani kuno. Tahun kelahiran dan kematiannya tidak pasti. Namun, banyak orang yang mengira-ngira lahir sekitar 624 SM dan meninggal sekitar 546 SM. Thales dikenal banyak orang melalui cerita-cerita rakyat atau cerita dari mulut ke mulut. Sampai-sampai, cerita mengenai dirinya tidak dapat dipercaya kebenarannya karena bercampur dengan dongeng atau legenda-legenda rakyat. Begitu familiarnya cerita mengenai thales di mulut masyarakat, menjadi bukti bahwa thales dan pengaruhnya benar-benar mengakar kuat di masyarakat yunani kuno. Fakta akurat mengenai kehidupan tokoh filsafat ini di abadikan oleh sejarawan yunani kuno, Herodotus, dan filsafat kenamaan, Aristoteles, dalam karya mereka.
Thales di anggap sebagai bapak filsafat atau orang pertama yang berfilsafat. Gelar ini di berikan kepadanya oleh aristoteles. Dari gelar inilah, para sejarawan sepakat bahwa thales adalah orang pertama yang berfilsafat. Buku-buku sejarah filsafat pun lazimnya diawali dari membahas thales dan pemikirannya, kemudian diikuti oleh tokoh-tokoh filsafat sesudahnya hingga saat ini.
Semasa hidupnya thales, dikabarkan telah berkelana ke mesir. Kabar ini sangat masuk akal, karena mesir pada saat itu peradabannya lebih dulu maju ketimbang yunani. Biasanya, bangsa yang lebih maju akan membawa daya tarik tersendiri bagi orang-orang asing untuk melancong ke sana. Kebiasaan ini terjadi sampai sekarang, baik dalam rangka rekreasi ataupun belajar kepada bangsa yang lebih maju.
Memang benar, thales tidak sia-sia datang ke mesir. Diceritakan, ia membawa oleh-oleh yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu pengetahuan di yunani. Ia membawa oleh-oleh ilmu ukur (giometri) dari mesir dalam bentuknya yang masih kasar.
Di mesir, thales memiliki pengalaman menarik. Konon, thales berhasil mengukur piramida yang sangat tinggi dengan cara melihat panjang bayangan piramida. Ia juga dikabrkan mampu mengukur jauhnya kapal di tengah laut. Selai itu, dikabarkan pula memiliki teori tentang banjir tahunan yang melanda sungai Nil di mesir. Ia menganggap banjir disebabkan oleh angin berkala tertentu.
Kabar tentang thales yang paling mengagumkan adalah kemampuannya dalam meramalkan kapan terjadinya gerhana matahari. Dan, memang benar, pada astronom moderen mengabarkan bahwa gerhana matahari terjadi pada tahun 585 SM. Mengenai kemampuan thales meramalkan gerhana ini, tentu tidak lepas dari peran ilmu astronami yang berkembang di Babylonia. Orang-orang Babylonia lebih dulu mampu meramalkan kapan terjadinya gerhana, khususnya gerhana bulan. Mereka membuat kalender dan menetapkan siklus terjadinya gerhana. Nah, thales dikabarkan mempunyai kalender dari Babylonia, sehingga sangat mungkin kalender inilah yang menjadi petunjuk thales dalam meramalkan gerhana matahari. Tetapi, baik orang-orang Babylonia maupun thales belum mengetahui penyebab terjadinya gerhana secara fisik.
Sebenarnya, masih banyak kisah lain tentang kehidupan thales selain yang telah diungkapkan di atas, namun tidak jelas kebenarnya. Akan tetapi, ada kisah menarik lain yang dapat menghibur pendengarnya, yakni tentang thales mengungkapkan kepandaiannya untuk menjadi orang kaya, sebagaimana yang di ceritakan oleh Aristoteles dalam bukunya, politics, seperti yang ditulis Russell berikut:
Ia dicemooh karna miskin, anggapan ini menunjukan bahwa pengetahuan filsafat tidak berguna. Namun, menurut kisah itu, berkat pengetahuannya tentang perbintangan, meski saat itu masih musim dingin, ia tahu bahwa akan terjadi panen buah zaitun yang berlimpah di tahun depan; demikianlah, dengan uangnya yang tak seberapa, ia membayar uang muka untuk menyewa semua alat pengolah zaitun di chios dan miletus, yang ia bayar dengan harga rendah karena tak seorang pun yang menolak tawarannya. Ketika musim panen tiba, dan banyak orang yang membutuhkan semua alat itu segera, ia melepasnya dengan harga sesuka hati, dan menghasilkan banyak uang. Jadi, ia membuktikan kepada dunia bahwa para filsuf bisa kaya dengan gampang jika mereka mau. Hanya saja, ambisi mereka menuju ke arah lain.
Karya-karya
Thales tidak meninggalkan karya satu pun. Sebagaimana telah dikatakan bahwa cerita mengenai dirinya hanya melalui mulut ke mulut. Sangat mungkin waktu ia menyampaikan pemikirannya hanya juga lewat mulut, tidak dengan menuliskannya. Cerita tentang dirinya yang berseliweran di masyarakat baru kemudian ditulis, sebagaimana telah disinggung di atas, oleh sejarawan Herodotos (abad ke-5 SM). Tetapi, waktu Herodotos menulis tentang dirinya, ia tidak menyebutnya sebagai filsuf. Pada abad ke-4 Aristoteles juga menulis dirinya. Nah, baru pada tulisan Aristoteles inilah, ia disebut sebagai filsuf. Melalui dua sumber inilah (tulisan Herodotos dan Aristoteles), kehidupan dan hasil pemikiran Thales di bilang filsafat menjadi terang.
Casino Junket Casino - DrMCD
ReplyDeleteCasino Junket Casino 여수 출장안마 offers over 3000 slot games and 익산 출장샵 an incredible 광명 출장안마 collection of jackpots! Enjoy the best slots and video poker games around! With more than 2500 인천광역 출장마사지 casino 광주광역 출장마사지 games you