Makalah Komunikator Dalam Komunikasi Persuasif
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Manusia
yang hidup didunia sangat memerlukan komunikasi untuk beradaptasi dengan
manusia lainnya. Umumnya Ilmu Komunikasi, adalah ilmu yang digunakan oleh
seseorang dalam membangun intraksi dengan sesamanya, untuk menjalin suatu
hubungan antara satu dengan yang lainnya, yang nantinya menghasilkan sebuah
nilai fositif bahkan sebuah nilai yang negatif dalam menjalankan kehidupan,
misalnya hasil dari komunikasi yang menghasilkan nilai fositif, seperti halnya kekompakan
satu tim dalam permainan sepak bola, yang pada akhirnya mendapatkan sebuah
kemenangan. Dan banyak juga contoh hasil dari komunikasi yang positif. Di dalam
komunikasi ada yang namanya komunikator (orang yang berinisiatif dalam
berkomunikasi dengan orang lain), dan komunikan ( atau orang yang menerima
pesan dari komunikator). Dari sedikit latar belakang yang saya tulis, saya akan
mencoba menggambarkan dan menjelaskan tentang unsur-unsur komunikator dalam
komunikasi persuasif.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud Komunikator?
2.
Unsur-unsur Komunikator?
3.
Kesimpulan?
C.
Tujuan
1. Untuk Memenuhi Tugas
Materi Komunikasi Persuasif
2. Ingin Mengetahui
Tentang Unsur-Unsur Komunikasi Persuasif
BAB
II
PEMBAHASAN
2.
Komunikator (Pengirim Pesan)
Pengirim
pesan yang dimaksud disini adalah manusia yang mengambil inisiatif dalam
berkomunikasi. Dalam bahasan ini, kita sebut komunikator. Pesan disampaikan
komunikator untuk mewujudkan motif komunikasi. Karena itu, komunikator kita
definisikan sebagai manusia berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan
untuk mewujudkan motif komunikasinya. Lebih jauh tentang motif komunikasi akan
dibahas kemudian.
Dilihat
dari jumlahnya, komunikator dapat terdiri dari (a) satu orang,(b) banyak orang
dalam pengertian lebih dari satu orang dan (c) massa. Apabila lebih dari satu
orang, yakni banyak orang dimana mereka relatif saling kenal sehingga terdapat
ikatan emosional yang kuat dalam kelompoknya maka kumpulan banyak orang ini
kita sebut kelompok kecil. Apabila lebih dari satu orang atau banyak orang dan
relatif tidak saling kenal secara pribadi sehingga ikatan emosionalnya kurang
kuat, maka kita sebut sebagai kelompok besar atau publik.
Namun,
apabila banyak orang atau lebih dari satu orang ini memiliki tujuan yang sama
dan untuk mencapai tujuan tersebut terdapat pembagian kerja diantara para
anggotanya maka wadah kerja sama yang terbentuk sebagai kesatuan banyak orang
ini lazim kita sebut organisasi. Organisasi dilihat dari tujuan pendiriannya,
ada yang bermotif komersial atau mengejar laba (misalnya dalam bentuk badan
hukum perseroan terbatas) atau bermotif ideal yang yang bersifat nirlaba
(misalnya lembaga swadaya masyarakat). Jadi selain komunikator dapat berupa
banyak orang dalam bentuk kelompok kecil dan kelompok besar, dapat juga
berbentuk organisasi. Misalnya, dalam tataran komunikasi massa, komunikator
biasanya adalah organisasi penerbitan, yakni tim redaksi surat kabar.
2.
Unsur-unsur Komunikator
Dalam
komunikasi persuasif, komunikator memiliki peranan yang sangat penting untuk
menentukan keberhasilan dalam memengaruhi komunikan. Komunikator harus memiliki
ketrampilan untuk memilih sasaran dan menentukan tanggapan yang hendak dicapai.
Sebelum melakukan persuasi, komunikator harus memperhitungkan apakah komunikan
mampu menangkap pesan yang disampaikannya. Komunikator juga harus bisa
menentukan media yang akan digunakan untuk melakukan persuasi sehingga lebih
efisien dalam mencapai sasaran.
Selain
kemampuan dalam menyampaikan pesan, terdapat aspek-aspek lain dalam
karakteristik personal komunikator yang dapat memengaruhi respon komunikan,
yaitu:
a.
Kredibilitas komunikator
Untuk
bisa memengaruhi komunikan, maka kredibilitas komunikator harus benar-benar
diperhatikan. Kredibilitas mengacu pada tiga komponen yakni keahlian,
kepercayaan, dan eksistensi. Keahlian merupakan komponen utama yang mampu
memengaruhi kesan komunikan terhadap komunikator. Komunikator akan memberikan
kesan bagi komunikan jika ia adalah seorang yang ahli dalam topik yang sedang
dibicarakan. Jika komunikator bukan orang yang ahli, maka sulit bagi komunikan
untuk dapat terpengaruh pada persuasi yang disampaikan komunikan. Selain
keahlian, kepercayaan merupakan komponen yang perlu ada dalam membangun
kredibilitas komunikator. Kepercayaan berhubungan dengan kesan komunikan
terhadap watak komunikator. Karenanya, penting bagi komunikator untuk dapat
menunjukkan watak dan sikap yang baik sehingga dapat dipercaya saat melakukan
persuasi. Komponen terakhir yang tidak kalah penting adalah eksistensi
komunikator. Tidak dapat dipungkiri, seorang komunikator yang telah memiliki
“nama” akan lebih mudah mendapatkan perhatian dari komunikan dibandingkan
komunikator yang tidak pernah diketahui oleh publik saat melakukan persuasi.
Karena hal itu, faktor eksistensi komunikator perlu juga menjadi pertimbangan
untuk memperoleh keberhasilan dalam komunikasi persuasif.
b.
Daya tarik komunikator
Seorang
komunikator dituntut untuk memiliki daya tarik, baik secara fisik maupun
psikologis. Seorang komunikator yang melakukan persuasi akan dapat lebih
diterima secara baik jika ia memiliki daya tarik fisik. Penerimaan komunikan
terhadap persuasi komunikator karena daya tarik fisik bukanlah sesuatu yang
salah. Daya tarik fisik dapat mengantarkan seorang komunikator untuk
mendapatkan perhatian dan lebih dihargai ketika ia mencoba masuk ke lingkungan
sosial komunikan untuk melakukan persuasi. Selain daya tarik fisik, seorang
komunikator juga harus memiliki daya tarik psikologis. Daya tarik psikologis
biasanya lebih merujuk pada adanya kesamaan dan kedekatan antara komunikator
dan komunikan pada saat proses persuasi. Pada umumnya, orang akan lebih tertarik
pada orang lain yang memiliki pandangan yang sama dengan dirinya. Karenanya,
komunikator harus jeli dalam melihat kesukaan dan juga cara berpikir komunikan
sehingga dapat melakukan persuasi dengan cara mendekatkan hubungan.
c.
Kekuasaan komunikator
Selain
kredibilitas dan daya tarik, aspek lain dalam komunikator yang bisa memengaruhi
sikap komunikan saat melakukan persuasi adalah tingkat kekuasaan komunikator.
Kekuasaan yang dimiliki oleh komunikator dapat menimbulkan sikap tunduk
komunikan. Meskipun begitu, kekuasaan komunikator tidak boleh dimanfaatkan
untuk “menekan” komunikan saat melakukan persuasi. Komunikan tetap harus diberi
kebebasan dalam melihat fakta baik dan buruk dari pesan yang disampaikan saat
proses persuasi. Jangan sampai kekuasaan komunikan justru menjadikan tindakan
persuasi yang dilakukan berubah menjadi propaganda.
BAB
III
PENUTUP
5.
Kesimpulan
Komunikator adalah seseorang yang
mempunyai inisiatif untuk menyampaikan pesan kepada seorang komunikan, dalam berkomunikasi
komunikator membutuhkan metode-metode dan tata cara komunikasi yang baik dari
gerak, sikap dll, terhadap komunikan, disamping itu juga komunikator juga harus
mampu memberikan pesan-pesan yang berkualitas terhadap komunikan, agar dalam
berkomunikasi komunikator mendapatkan respon atau timbal balik yang baik dari
komuniakan.
DAFTAR
FUSTAKA
ciputrauceo.net/blog/,
strategi persuasi disertai contoh
persuasif,(diakses pada tanggal 10 januari 2017)
Daryanto,
Ilmu Komunikasi I, (PT. SARANA
TUTORIAL NURANI SEJAHTRA, Bandung, Januari 2010).
The Best Casino Sites in the UK - Lucky Club
ReplyDeleteA list of the 카지노사이트luckclub best online casinos in the UK. Our expert guide explains what the best casino sites offer, key games to choose from.