Pengertian Peradaban
Peradaban berasal dari kata adab yang dalam
pengertian ini mengandung pengertian tata krama, perilaku atau sopan santun.
Adapun istilah “peradaban” dalam bahasa Inggris disebut civilization Dengan
demikian peradaban adalah segenap prilaku sopan santun dan tata krama yang
diwujudkan oleh umat Muslim dari waktu ke waktu baik dalam realitas politik,
ekonomi dan sosial lainnya.
Peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai taraf
perkembangan teknologi yang sudah lebih tinggi. Pengertian yang lain
menyebutkan bahwa peradaban adalah kumpulan seluruh hasil budi daya manusia,
yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik fisik (misalnya bangunan,
jalan), maupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya, maupun iptek).
Dalam bahasa Indonesia,
kata peradaban sering diidentikkan dengan kata kebudayaan. Akan tetapi dalam
bahasa Inggris, terdapat perbedaan pengertian antara civilization untuk
peradaban dan culture untuk kebudayaan. Demikian pula dalam bahasa Arab
dibedakan antara tsaqafah (kebudayaan), hadharah (kemajuan) dan tamaddun
(peradaban). Ketika din (agama) Allah yang bernama Islam telah
disempurnakan dan dilaksanakan di suatu tempat, maka tempat itu diberi nama Madinah.
Dari akar kata din dan Madinah ini lalu dibentuk akar kata baru madana, yang
berarti membangun, mendirikan kota, memajukan, memurnikan dan memartabatkan.
Dari akar kata madana lahir kata benda tamaddun. Dalam bahasa
Melayu istilah tamaddun dimaksudkan untuk menyebutkan keduanya yaitu
kebudayaan dan peradaban.
Peradaban (civilization)
dapat diartikan sebagai hubungannya dengan kewarganegaraan karena diambil dari
kata civies (Latin) atau civil (Inggris) yang berarti seorang
warga Negara yang berkemajuan. Dalam hal ini dapat diartikan dengan dua cara
(1) proses menjadi berkeadaban, (2) suatu masyarakat manusia yang sudah
berkembang atau maju. Berdasarkan pengertian tersebut maka indikasi suatu
peradaban adalah adanya gejala-gejala lahir seperti masyarakat yang telah
memiliki berbagai perangkat kehidupan.
Peradaban adalah identik
dengan gagasan tentang kemajuan sosial, baik dalam bentuk kemenangan akal dan
rasionalitas terhadap dogma maupun doktrin agama, memudarnya norma - norma
lokal tradisional dan perkembangan pesat ilmu pengetahuan alam dan teknologi.
Segala hal, berupa perbuatan dan pemikiran manusia tak bisa dilepaskan dari
peradaban. Jadi, konsep peradaban bersifat mencakup semua. Oleh karena itu,
menjadi beradab adalah menjadi santun dan berakhlak baik dan peduli pada orang
lain, bersih dan sopan dan higienis dalam kebiasaan pribadi dan sebagainya.
Sebuah peradaban tinggi seharusnya bisa menjaga keagungan manusianya,
memberikan kepuasan terhadap fisik, estetika psikis, dan kreativitas
manusianya. Oleh sebab itu, ia meniscayakan adanya fleksibilitas yang saling
menunjang antara manusia dan peradabannya.
Sebenarnya peradaban sudah
ada dari zaman dahulu kala yang disebut dengan peradaban dunia; kuno atau
klasik pra-Islam. Di antara peradaban-peradaban itu adalah:
1.
Peradaban Irak, di antara peradaban yang terpenting adalah Sumeria,
Akkadia, Ayalamiyah, Babilonia, Asyuriah, dan Kaldaniah
2.
Peradaban Syam, di antara peradaban yang terpenting adalah Amuriyah,
Vinikia, Kan’an,. Aramiyah, Anbath, Tadmur, Ghassan, dan Munazarah
3.
Peradaban Mesir, peradaban yang terpenting adalah peradabaan Fir’aun dan
peradaban Heksus
4.
Peradaban Yaman, di antaranya Ma’in, Saba’, Himyar, dan Qatban.
5.
Peradaban Persia
6.
Peradaban Yunani dan Romawi
Peradaban Fir’aun dan Sumeria adalah dua peradaban
paling awal yang ada dalam sejarah manusia. Dari beberapa pengertian
“kebudayaan” dan “peradaban” tersebut di atas tampak sekali terdapat perbedaan
di antara keduanya. Di sini pemikiran yang lebih jelas tentang perbedaan
“kebudayaan” dan “peradaban” dapat dijumpai dalam filosof mazhab Jerman,
seperti Edward Spranger yang mengartikan “kebudayaan” sebagai segala bentuk
atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat. Sedangkan peradaban ialah
perwujudan kemajuan teknologi dan pola material kehidupannya.
Adapun “peradaban” ialah khazanah pengetahuan terapan
yang dimaksudkan untuk mengangkat dan meninggikan manusia agar tidak menyerah
terhadap kondisi-kondisi di sekitarnya. Di sini ‘peradaban’ meliputi semua
pengalaman praktis yang diwarisi dari satu generasi ke generasi lain. Peradaban
tampak dalam bidang fisika, kimia, kedokteran, astronomi, ekonomi, politik
praktis, fiqih mu’amalah, dan semua yang berkaitan dengan penggunaan ilmu
terapan dan teknologi.
Peradaban Islam sesungguhnya adalah suatu peradaban
yang mempunyai kerangka pedoman berdasarkan Wahyu yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad Saw. Kedua intisari sumber ajaran Islam, al - Qur¶an dan al - Hadits
adalah seiring dengan perkembangan zaman dan perluasan wilayah penyebaran Islam
telah melahirkan sistem gagasan yang tumbuh melalui jalur ± jalur pemikiran ke
- Islaman. Secara tradisional, jalur pemikiran yang mendorong gerak peradaban
umat Islam, ialah dibidang hukum (fiqh), teologi (tauhid) dan
mistisisme (tasawuf).
Peradaban adalah
manifestasi keyakinan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Dengan demikian,
peradaban Islam adalah manifestasi keyakinan Islam (tawhid) dalam setiap aspek
kehidupan Islam. Peradaban Islam adalah membangun setiap aspek dan strategi
kehidupan yang merupakan manifestasi dari pada keyakinan atau iman.
Peradaban (hadharah) adalah sekumpulan konsep
(mafahim) tentang kehidupan. Peradaban bisa berupa peradaban spiritual ilahiyah
(diniyah ilahiyyah) atau peradaban buatan manusia. Peradaban spiritual ilahiyah
lahir dari sebuah aqidah (dasar ideologi), seperti peradaban Islam yang lahir
dari Aqidah Islamiyah. Sedangkan peradaban buatan manusia bisa lahir dari
sebuah aqidah, seperti peradaban kapitalisme Barat, yang merupakan sekumpulan
konsep tentang kehidupan yang muncul dari aqidah sekularisme (pemisahan agama
dari kehidupan). Peradaban buatan manusia bisa pula tidak lahir dari sebuah
aqidah, semisal peradaban Shinto, Yunani, Babilonia, dan Mesir
Kuno.Peradaban-peradaban tersebut sekedar merupakan sekumpulan konsep yang
disepakati oleh satu atau beberapa bangsa. Jadi peradaban ini adalah sebuah
peradaban yang bersifat kebangsaan atau buatan manusia.
Comments
Post a Comment