Antara Budaya dengan Peradaban
Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu kata buddayah. Katabuddayah
berasal dari kata budhi atau akal. Manusia memiliki unsur-unsur potensi budaya
yaitu pikiran (cipta), rasa dan kehendak (karsa). Hasil ketiga potensi budaya
itulah yangdisebut kebudayaan. Dengan kata lain kebudayaan adalah hasil cipta,
rasa dan karsamanusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
Budaya adalah suatu pola
hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek
budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini
tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Budaya adalah suatu
perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung
pandangan atas keistimewaannya sendiri. ”Citra yang memaksa” itu mengambil
bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di
Amerika, “keselarasan individu dengan alam” di Jepang dan “kepatuhan kolektif”
di Cina. Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali
anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan
dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling
bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka, sedangkan, Peradaban berasal dari kata adab yang dalam
pengertian ini mengandung pengertian tata krama, perilaku atau sopan santun.
Adapun istilah “peradaban” dalam bahasa Inggris disebut civilization Dengan
demikian peradaban adalah segenap prilaku sopan santun dan tata krama yang
diwujudkan oleh umat Muslim dari waktu ke waktu baik dalam realitas politik,
ekonomi dan sosial lainnya.
Peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai taraf
perkembangan teknologi yang sudah lebih tinggi. Pengertian yang lain
menyebutkan bahwa peradaban adalah kumpulan seluruh hasil budi daya manusia,
yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik fisik (misalnya bangunan,
jalan), maupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya, maupun iptek).
Dalam bahasa Indonesia,
kata peradaban sering diidentikkan dengan kata kebudayaan. Akan tetapi dalam
bahasa Inggris, terdapat perbedaan pengertian antara civilization untuk
peradaban dan culture untuk kebudayaan. Demikian pula dalam bahasa Arab
dibedakan antara tsaqafah (kebudayaan), hadharah (kemajuan) dan tamaddun
(peradaban). Ketika din (agama) Allah yang bernama Islam telah
disempurnakan dan dilaksanakan di suatu tempat, maka tempat itu diberi nama Madinah.
Dari akar kata din dan Madinah ini lalu dibentuk akar kata baru madana, yang
berarti membangun, mendirikan kota, memajukan, memurnikan dan memartabatkan.
Dari akar kata madana lahir kata benda tamaddun. Dalam bahasa
Melayu istilah tamaddun dimaksudkan untuk menyebutkan keduanya yaitu
kebudayaan dan peradaban.
Peradaban (civilization)
dapat diartikan sebagai hubungannya dengan kewarganegaraan karena diambil dari
kata civies (Latin) atau civil (Inggris) yang berarti seorang
warga Negara yang berkemajuan. Dalam hal ini dapat diartikan dengan dua cara
(1) proses menjadi berkeadaban, (2) suatu masyarakat manusia yang sudah
berkembang atau maju. Berdasarkan pengertian tersebut maka indikasi suatu
peradaban adalah adanya gejala-gejala lahir seperti masyarakat yang telah
memiliki berbagai perangkat kehidupan.
Comments
Post a Comment